-->

Beragam Pakem Penilaian BNR

Pakem BNR


Pakem penilaian atau biasa kita kenal sebagai dasar penilaian yang tetap merupakan salah satu syarat utama adanya lomba. Karena tentunya Anda bisa bayangkan sendiri betapa sulitnya untuk menentukan pemenang saat tidak memiliki aturan dan syarat yang pasti soal bagaimana cara untuk menang.

Maka dari itu, apapun lombanya, termasuk lomba kicau, memiliki pakem penilaian. Nah, Sekarang mari kita bahas soal beragam pakem penilaian BNR.

Daftar Pakem Penilaian BNR pada Kontes Burung Kicau

BNR selaku brand yang menjadi payung beragam kontes burung kicau tentu memiliki beberapa pakem penilaian guna menentukan burung pemenang. Barangkali Anda penasaran dengan apa saja deretan standar penilaian dari pihak BNR.

Maka dari itu, dalam artikel ini kita akan membahas soal standarisasi penilaian dari BNR.

Standarisasi yang dipakai di sistem Penilaian Milik BNR

Anis Merah, Salah Satu Pakem Penilaian BNR

Pada pakem yang pertama, seekor burung Anis Merah bakal digantungkan bersama kandangnya selama 2 menit. Saat burung tersebut akhirnya berkicau, maka Anis Merah berhak menyabet gelar juara.

Lalu, bila nanti dia berkicau, loncat ke tangkringan lainnya dan lanjut berkicau kembali, maka burung tersebut juga berhak juara.

 

Tetapi, bila dia loncat hingga berkali-kali disertai kicauan sebanyak 8%, burung ini pun juga masih berhak memperoleh kejuaraannya.

Murai Batu

Ada kondisi yang berbeda pada pakem penilaian untuk burung Murai Batu. Hal itu adalah Murai Batu tetap berhak juara hanya karena ia meloncat di angkringan bawah dan atas.

Tetapi, beda halnya bila dia menangkring pada jeruji kendang. Bila itu terjadi, maka burung Murai Batu tersebut tidak layak untuk menang.

 

Lantas, kalau si Murai Batu hanya ngeban, maka Murai Batu tersebut memiliki kesempatan untuk menang pula. Ini semua bisa Anda lihat apakah sang juri meletakkan bendera nominasi atau tidak. Bila ya, Anda berkesempatan untuk keluar sebagai juara. Tetapi bila tidak, maka kemenangan hanya angan-angan.

Love Bird

Bilamana paruh Love Bird masuk pada jeruji bunyi atau bunyi di jeruji gigit tak akan kena hitung. Penghitungan akan terjadi hanya bila si Love Bird berbunyi di atas angkringan saja. Tetap sah jadi juara jika Love Bird turun ke bawah lalu naik dan berbunyi atau naik lagi. Dan yang berhak jadi juara pula ialah Love Bird yang bervolume keras dan miliki tarikan panjang dalam arti bukan berbunyi tik tik tik serta durasi yang dipunyainya banyak.

Kacer

Bila kacer juri saat memasuki kandang malah ngebagong atau diam saja, maka burung kacer tersebut tidak layak menyabet gelar juara. Tetapi, bila kacer tersebut memiliki aktivitas seperti naik dan turun di tangkringan, maka kacer tersebut layak untuk menang kontes. Diutamakan duduk kalau itu adalah yang sangat dahsyat dalam duduk. Namun tak berarti syarat kemenangan burung Kacer harus diawali duduk ataupun burung yang tengah duduk. Dinyatakan gugur jadi juara jika menempel pada jeruji atau turun lantai bawah.

Kenari

Memiliki irama lagu yang menarik dan volume yang keras serta durasi kerja yang sangat panjang merupakan hasil dari  Kenari yang sangat baik. Maka tidak heran bila banyak orang yang menginginkan burung kenari semacam ini.

Nah, dalam mengikuti kontes kicau, seekor kenari bisa jadi tidak berbunyi. Hal tersebut bisa jadi membuat Anda khawatir soal keadaan burung Kenari Anda. dan memang, bila hal tersebut sampai menimpa burung kenari Anda, maka kenari Anda tidak layak untuk menang.

Hal itu ditandai dengan juri yang tidak meletakkan bendera nominasi pada penilaian lomba. Dan bila benar tidak bisa dijual dengan harga tinggi, maka hanya bisa jadi pajangan rumah Anda saja. Dan itu pasti ada rasa tidak enak dalam diri Anda sendiri.

Cucak Ijo

merupakan burung yang menarik. Hanya saja bila saat mengikuti kontes burung tidak diperkenankan untuk si burung untuk turun ke lantai kendang.

Tetap dapat jadi juara bila burung cucak ijo main pada angkringan atas dan bawah. Namun jika yang lebih dahsyat dalam duduk hadir diantara yang biasa-biasa saja maka akan diutamakan duduk. Akan tetapi tak jadikan duduk sebagai acuan untuk jadi pemenang.

Bila burung tersebut tidak terlalu banyak didis, maka burung tersebut masih memiliki kesempatan untuk menjadi juara. Tetapi, kalo si burung malah turun ke lantai kandang, maka tidak berhak memperoleh bendera penilaian / nominasi dari para juri.

Dianggap telah selesai apapun yang sudah terjadi pada burung itu sesudah ajuan juri ditarik. Tak akan berpengaruh pada penilaian sama sekali dan jika burung itu memang menang akan berhak menang.

Nah, itulah beragam pakem penilaian BNR yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.