-->

Penilaian Cucak Ijo

 

Berbagai Pakem Penilaian Kontes Cucak Ijo

 


Memiliki burung Cucak Ijo merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Dan pasti lebih bangga lagi bila si Cucak Ijo dapat memenangkan lombak kicau. Ya, seperti yang kita semua ketahui bahwa ada beragam event kontes yang tersebar di seluruh Indonesia dan Sebagian kontesnya adalah khusus Cucak Ijo.

Lantas, apa saja pakem penilaian kontes Cucak Ijo? Nah, pada artikel ini akan dibahas bagaimana para juri menentukan Cucak Ijo sebagai juara.

Sederet Pakem Penilaian Kontes Cucak Ijo

Untuk menentukan pemilik gelar juara, tentunya pihak juri sudah memiliki sederet daftar kriteria pemenang. Tetapi, apa saja kriteria burung Cucak Ijo yang layak mendapatkan gelar juara pada kontes kicau mania?

Irama Harus Merdu

Satu hal yang pasti dari kontes burung kicau adalah juri akan menilai seberapa baik dan merdu suara kicauannya. Hal ini karena memang selain warnanya, kicauan burung merupakan nilai plus dari seekor burung.

Tidak terkecuali dengan burung Cucak Ijo yang mana terkenal dengan kemerduan suaranya. Tidak heran bila burung ini kerap ditandingkan suaranya dengan Cucak Ijo lainnya.

Nah, syarat Cucak Ijo yang layak menang adalah suaranya harus merdu, bukan suara asli atau bahkan bawaan alam liar.

Volume yang Sesuai Kriteria

Selain kualitas suara, tingkat volume pun juga perlu dipertimbangkan. Pasalnya, tidak setiap tingkat volume akan layak masuk kriteria. Lantas, bagaimana volume suara Cucak Ijo yang layak menyabet gelar juara?

Suaranya haruslah keras, tebal dan tentunya tidak tipis. Jadi, suaranya perlu terdengan oleh semua juri yang ada di situ saat penilaian.

Lagu Tidak Monoton

Burung kicau selalu identic dengan nyanyian atau lagu. Nah, lagu yang dikicaukan si burung Cucak Ijo tidak boleh monoton.

Apa itu monoton? Monoton adalah ketika sesuatu diulang berkali-kali alias tidak bervariasi. Hal tersebut merupakan nilai minus di mata para juri.

Maka dari itu, bila Anda ingin CucakIjo menang, burung kesayangan Anda perlu bernyanyi dengan nada yang bervariasi.

Bernyanyi dengan Durasi yang Panjang

Kemampuan bernyanyi adalah sesuatu yang dimiliki oleh banyak burung, termasuk burung CucakIjo. Tetapi, bernyanyi saja tidaklah cukup untuk menjuarai kontes.

CucakIjo Anda harus memiliki kemampuan bernyanyi dengan durasi yang panjang. Nafas yang panjang merupakan factor penentu keberhasilan CucakIjo untuk bernyanyi secara kontinyu. Hal ini akan sangat mempengaruhi penilaian para juri.

Jeda yang Rapat

Tidak bisa kita pungkiri bahwa jeda diperlukan untuk menarik nafas sehingga bisa tetap mengeluarkan suara.

Sama seperti manusia yang tidak bisa mengeluarkan suara tanpa udara di dalam tubuh, burung CucakIjo juga seperti itu.

Namun, semakin singkat jeda yang dilakukan CucakIjo, maka semakin besar kemungkinannya untuk memenangkan kontes kicau mania.

Kekuatan Burung Bernyanyi

Saat menyanyikan sebuah lagu, seekor burung haruslah memiliki power sehingga suara yang dihasilkan merdu dan juga jelas terdengar oleh juri dan semua peserta serta penonton. Hanya saja, ada kalanya seekor burung tampak menggerakkan paruh seolah bernyanyi tetapi tidak mengeluarkan bunyi.

Nah, dengan kejadian itu, CucakIjo rawan kalah. Maka, hal ini perlu menjadi perhatian Anda sebagai pemilik saat burung CucakIjo Anda terlihat kehilangan power saat bernyanyi.

Intonasi yang Baik

Intonasi atau naik dan turunnya nada pada sebuah music atau lagu perlu juga untuk mendapatkan perhatian lebih. Hal ini karena bila saat burung CucakIjo berkicau tetapi intonasinya kacau, maka kecil kemungkinan untuk dapat menyabet gelar juara.

Nah, untuk intonasi yang baik, kicauannya haruslah seperti gelombang, tertata rapi sehingga pada akhirnya mengeluarkan bunyi yang nyaman untuk didengar. Pastilah burung seperti ini sangat mudah untuk menang.

Gaya Tampilan CucakIjo

Ternyata, selain kualitas suara dan volumenya, pihak juri juga akan menilai CucakIjo dari segi gaya atau penampilannya. Burung yang memiliki gaya akan menjadi nilai lebih tersendiri di mata para juri. Gaya yang dimaksud adalah memiliki jabrik, jambul, membuka ekor dan ngentrok.

Maka dari itu, bila seekor CucakIjo memiliki gaya, kemungkinannya untuk menang akan sangat besar sekali.

Durasi Kerja dalam Pakem Penilaian Kontes Cucak Ijo

Tak disangka, CucakIjo juga memiliki segi penilaian dari sisi seberapa lama ia sanggup bekerja. Kerjanya harusnya minimal 80% dari ambang batas waktu yang panitia sediakan.

Penilaian para juri akan berkurang bila si CucakIjo menyisir bulunya, menabrak jeruji kendang, jatih atau turun ke bawah atau mengeluarkan lidahnya.

Tidak Bercacat

Soal fisik, selain harus memiliki gaya, si burung juga tidak boleh ada cacat pada tubuhnya. Bila terdapat cacat, tentunya bisa dikeluarkan atau kalah dalam kontes. Maka, silakan Anda jaga kondisi fisik burung CucakIjo kontes Anda sehingga bisa terus mengikuti event kontes dan memenuhi syarat pakem penilaian kontes Cucak Ijo.